Berita  

Terkait RUU Kesehatan, Organisasi Profesi Kesehatan Datangi DPRD Babel

banner 120x600
4223e8f0498941eac0af827811e3da22020588d96c20f2da57c6631bae290d38.0
IMG-20230127-WA0006
IMG-20230127-WA0005

PANGKALPINANG, SANGSURYABABEL.COM – Sebanyak 4 organisasi profesi kesehatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mendatangi Komisi IV DPRD Babel, Kamis (1/12/2022). Mereka meminta RUU Kesehatan Omnibus Law dicabut dari Prolegnas.

Keempat organisasi profesi kesehatan itu IDI, PPNI, PDGI dan IBI menilai RUU Kesehatan tersebut jika diterapkan akan merugikan masyarakat, organisasi profesi dan tenaga-tenaga profesi di bidang kesehatan.

IMG 20230121 WA0021
IMG 20230119 WA0066
IMG 20230119 WA0063
IMG 20230119 WA0065
IMG 20230119 WA0064
IMG-20230121-WA0021
IMG-20230119-WA0066
IMG-20230119-WA0063
IMG-20230119-WA0065
IMG-20230119-WA0064

Perwakilan dari 4 organisasi ini dr. Adi Sucipto mengungkapkan sejumlah alasan mengapa RUU ini harus ditolak dan dicabut dari prolegnas.

“Salah satu contohnya, untuk surat tanda registrasi (STR) atau surat izin praktek tidak dibutuhkan lagi rekomendasi dari organisasi profesi dan berlaku tanpa jangka waktu. Di negara manapun tidak ada lisensi yang berlaku seumur hidup,” tegasnya.

Selain itu pembinaan dan pengawasan tidak lagi melibatkan organisasi profesi karena semuanya sudah ditarik oleh pemerintah pusat dalam hal ini kementrian kesehatan.

Adi mempertanyakan bagaimana mau menjamin mutu pelayanan kepada masyarakat, karena sesungguhnya yang paling mengetahui seseorang itu layak atau tidaknya untuk berpraktek adalah orang yang berprofesi sama dalam hal ini IDI jika orang tersebut adalah seorang dokter.

300DAPIL2500X300LOBANGSAJA
300DAPIL4500X300_2PCSLOBANGSAJA
300DAPIL3500X300LOBANGSAJA
300DAPIL1500X300LOBANGSAJA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *